Selasa, 12 Januari 2021

Penanganan COVID-19 melalui peran Geospasial khususnya di Indonesia

Halo, perkenalkan saya Artha Simanjuntak (21S17014) salah satu Mahasiswa Institut Teknologi Del angkatan 2017 Program Studi Manajemen Rekayasa. Saat ini, salah satu mata kuliah di semester 7 yang saya ambil adalah mata kuliah Perancangan Logistik Berbasis Geospasial. Berikut adalah artikel terkait penanganan COVID-19 melalui peran Geospasial khususnya di Indonesia. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.


Tentunya sebagian besar sudah pernah mendengar kata logistik bukan? Nah, istilah logistik berasal dari bahasa Yunani yakni Logos yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, dan orasi”. Logistik adalah serangkaian proses yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan terhadap suatu proses perpindahan baik barang/jasa, energi ataupun sumber daya yang lain dari tempat awal menuju tempat tujuan. Logistik mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan. Dalam logistik tersebut terdapat 3 aliran yang harus dikelola yaitu aliran material, informasi, dan keuangan. Contohnya dalam bidang kesehatan, logistik berperan dalam penyediaan obat dan distribusi fasilitas maupun tenaga medis. Adapun contoh lainnya adalah logistik di dalam sebuah pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang umumnya mempunyai fungsi utama yaitu produksi dan pemasaran, produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi guna menunjang berlangsungnya kegiatan produksi. Sementara dalam hal pemasaran/distribusi logistik berkaitan dengan fungsi penyimpanan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.

Lalu, apakah Anda mengetahui tentang Geospasial? Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011, Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. Ketersediaan informasi Geospasial yang akurat akan memberikan keputusan yang tepat, efisien, efektif dan komunikatif. Untuk mendapat informasi yang tepat maka dibutuhkan data-data yang akurat. Informasi terkait dengan jenis data Geospasial diantaranya dapat digunakan dalam beberapa hal berikut.

a.  Membantu dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA)

b. Pembuatan peta

c. Penyusunan tata ruang

d. Perancangan logistik

e. Menentukan garis batas wilayah, pertahanan keamanan, dan pertanahaan

f. Menentukan garis pantai hipsografi perairan

Seiring dengan perkembangan waktu, teknologi dalam Geospasial terus mengalami peningkatan. Misalnya, teknologi radargrammetery dan Interferometry Synthetic Aperture Radar (InSAR) untuk merancang data model ketinggian (DEM) dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Teknologi Geospasial juga dapat digunakan pada bidang logistik untuk membantu penanganan sebuah bencana, seperti tsunami, banjir, gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan terkai dengan pandemi  COVID-19.

Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.  Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Penggunaan teknologi geospasial ini dirasa cukup efektif jika data yang diperoleh merupakan data yang akurat. Untuk mendapat data yang akurat dibutuhkan kerja sama yang baik antara instansi kesehatan yang menangani virus ini dan pemerintah setempat. Hal ini bertujuan agar data yang diolah dapat dijadikan sebuah informasi yang bermanfaat bagi masyarakat umum. Tidak hanya data jumlah kasus yang terjadi, data masyarakat yang mengalami dampak akibat adanya virus ini, data lembaga kesehatan, data daerah yang terdapat virus akan tersedia dengan adanya penerapan model menggunakan teknologi informasi geospasial ini. Dengan informasi yang tersedia akan mempermudah lembaga-lembaga dalam proses memberikan bantuan dan tentu akan tepat sasaran. Bagi layanan kesehatan publik akan terbantu karena pengambil keputusan akan mengetahui layanan publik kesehatan mana yang membutuhkan fasilitas dalam penanganan virus ini. Bagi pemerintah juga akan dipermudah dalam hal proses pengambilan keputusan yang tepat.

Data Satuan Tugas (Satgas) dalam penanganan COVID-19 menunjukkan dalam 24 jam terakhir terdapat 123.636 kasus aktif COVID-19 di Tanah Air. Jumlah tersebut adalah 14,8 persen dari total jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi. Jumlahnya diketahui dari pengurangan jumlah total pasien terinfeksi COVID-19 dengan jumlah total pasien sembuh dan meninggal dunia. Data Satgas menunjukkan, total kasus COVID-19 di Tanah Air saat ini mencapai 836.718. Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan kasus sebanyak 8.692. Sementara itu, jumlah total kasus sembuh terdapat 688.739 setelah bertambah 7.715 orang dan jumlah total meninggal dunia sebanyak 24.343 setelah bertambah 214 orang. Adapun COVID-19 saat ini sudah tersebar di 510 dari 514 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam membantu penanganan COVID-19 di Indonesia, informasi dan teknologi Geospasial beperan sebagai sumber data dari Strategi Supply Chain Management (SCM). SCM sendiri berperan dalam membantu lini distribusi, teknis, menekan biaya tranportasi, dan meningkatkan kualitas penanganan wabah sampai ke tingkat yang optimal. Atau dengan kata lain, SCM beperan sebagai pengoptimalan logistik dari kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19 seperti obat-obatan, alat pelindung diri (APD), masker, makanan, minuman, dan lain lain. Dengan pengoptimalan dalam proses perancangan logistik tersebut, maka diharapkan pemenuhan kebutuhan dalam penanganan wabah corona dapat dilakukan dengan optimal baik dari segi pemasokan, pembuatan (pabrikasi), pengantaran (distribusi), dan juga biaya yang dikeluarkan dalam prosesnya. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam perencanaan manajemen rantai pasok tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Manajemen permintaan

Manajemen permintaan adalah metode perencanaan yang digunakan untuk memperkirakan, mengatur dan merencanakan permintaan produk dan jasa. Manajemen permintaan merupakan suatu fungsi pengelolaan dari semua permintaan produk untuk menjamin bahwa penyusun jadwal induk mengetahui dan menyadari semua permintaan produk itu (Gaspersz, 1998). Informasi yang dibutuhkan dalam penangan corona ini adalah data jumlah kebutuhan dan permintaan produk dari konsumen di setiap daerah. Dengan begitu kebutuhan dan jumlah permintaan produk dapat terpenuhi.

2.      Perencanaan kapasitas

Pemerintah melakukan pengelolaan terhadap perencanaan kebutuhan kapasitas dengan melakukan peramalan dan penjadwalan terhadap produk yang dihasilkan yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19.

3.      Manajemen kualitas produk

Pemerintah dapat menggunakan metode Total Quality Management (TQM) dalam manajemen kualitas produk. Hal ini dapat membantu dalam peningkatan kualitas produk, mencegah, mendiagnosa, dan mengatasi kecacatan produk.

4.      Proses produksi

Pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait dalam mengontrol proses produksi agar dapat berjalan lancar dan menghasilkan produk berkualitas agar kebutuhan produk dalam mempercepat penangan corona dapat terpenuhi dengan baik.

5.      Penjadwalan produksi

Penjadwalan produksi dari produk untuk penangan wabah corona dapat menggunakan konsep optimalisasi ukuran lot untuk mengurangi ongkos produksi. Hal ini dilakukan dengan cara mempertimbangkan 3 hal, yaitu biaya yang dikeluarkan, biaya yang diterima, dan persediaan yang meliputi bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi yang paling besar pengaruhnya terhadap rencana produksi.

6.      Pengukuran kinerja produksi

Pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak terkait yang dapat membantu dalam penanganan corona di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan produksi alat-alat terkait yang dibutuhkan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan dan permintaan karena proses dan kapasitas produksi dapat lebih optimal.

7.      Pemasok bahan baku dan bahan lainnya

Kegiatan produksi sangat bergantung pada pemenuhan ketersediaan bahan baku agar kegiatan produksi berjalan lancar dan tidak sampai terhenti karena kurangnya bahan baku yang tersedia. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam menjamin ketersediaan bahan baku adalah menjalin kerjasama dengan beberapa pemasok sekaligus, sehingga dapat mempebesar peluang dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan.

8.      Mekanisme pemilihan supplier

Adapun pertimbangan yang dapat digunakan sebagai acuran dalam pemilihan supplier adalah sebagai berikut:

·         Memilih supplier

·         Evaluasi supplier

·         Optimasi supplier

·         Pemesanan dan pembayaran material

9.      Pergudangan produk

Pihak terkait harus dapat memerhatikan distribusi produk dimasing-masing wilayah lini gudangnya. Lokasi gudang yang sangat strategis akan lebih memudahkan pendistribusian produk sehingga kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

10.  Moda transportasi produk

    Perencanaan transportasi berguna untuk perancangan sistem transportasi yang bertujuan untuk pendistribusian produk ke berbagai daerah di Indonesia. Pemilihan moda transportasi yang sesuai sangat penting karena hal ini berkaitan dengan efisiensi pergerakan, ruang di wilayah tertentu agar dapat mencapai dan memenuhi kebutuhan dan permintaan di suatu wilayah tertentu.

Adapun tujuan utama dari pemodelan geospasial salah satunya yaitu agar dapat menyusun dan mengembangkan data menjadi sebuah bentuk informasi terkait suatu isu dalam hal ini adalah mengenai wabah COVID-19 yang mudah dipahami oleh masyarakat umum sebagai salah satu bentuk mitigasi penanganan COVID-19. Hal ini dikarenakan peristiwa penyebaran wabah COVID-19 tidak selalu bisa diprediksi. Maka, dengan pemberdayaan informasi dan teknologi Geospasial menggunakan Strategi Supply Chain Management (SCM) diharapkan mampu membantu dalam penanganan COVID-19, supaya pemerintah maupun masyarakat khususnya di Indonesia mampu segera keluar dari kesulitan ataupun kerugian yang telah banyak diakibatkan oleh pandemi COVID-19 ini.

Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16510011/update-11-januari-kasus-aktif-covid-19-di-indonesia-capai-123636
https://www.beritasatu.com/berita-grafik/718767/data-kasus-aktif-covid19-sampai-11-januari-2021

  

Rabu, 17 Juni 2020

     Halo, perkenalkan saya Artha Simanjuntak salah satu Mahasiswi Institut Teknologi Del angkatan 2017 Program Studi Manajemen Rekayasa. Saat ini, salah satu mata kuliah di semester 6 yang saya ambil adalah mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa. Berikut penjelasan dari elemen dalam Manajemen Proyek yang berkaitan dengan Manajemen Proyek Rekayasa. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
 

Sebelum membahas tentang elemen dari Manajemen Proyek, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui pengertian dari Manajemen Proyek. Manajemen Proyek adalah suatu kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya perusahaan guna mencapai tujuan dalam waktu dan sumber daya tertentu.  

Lalu apa tujuan dari Manajemen Proyek? Tujuan dari Manajemen Proyek yaitu mengelola risiko yaitu dapat mengatasi risiko yang mungkin terjadi, memaksimalkan potensi tim dimana menggerakkan setiap individu agar dapat memainkan perannya dengan maksimal dan mampu membuat perencanaan yang baik serta memiliki kemampuan dalam mengelola proyek, menciptakan perencanaan yang tepat dengan mengarahkan pada perencanaan yang tepat mencakup seluruh proses awal hingga akhir dengan memaksimalkan kualitas dan kapabilitas, memanfaatkan peluang bagi perkembangan perusahaan tanpa mengurangi nilai utama yang ingin dicapai perusahaan dan mengelola integrasi dalam arti membuat proyek tetap konsisten dan tetap berada pada jalur yang tepat dibutuhkan integrasi antara sistem, proses bisnis, dan organisasi. 

Apa contoh dari Manajemen Proyek? Adapun contoh dari Manajemen Proyek yaitu proyek konstruksi seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, dan jalan tol. Apakah Manajemen Proyek hanya terdapat pada proyek konstruksi saja? Tentu saja tidak, contoh lainnya adalah pada proyek penelitian dan pembangunan yaitu melakukan suatu penelitian dan pengembangan, sampai terciptanya suatu produk tertentu dengan maksud dan tujuan untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas suatu produk maupun layanan. Kemudian proyek industri manufaktur dimana kegiatannya mulai dari merancang sampai terciptanya suatu produk yang baru. Selanjutnya proyek padat modal dimana suatu proyek yang membutuhkan modal yang besar, misalnya pembebasan tanah yang luas dan pembangunan suatu fasilitas produksi. Lalu, apa saja elemen Manajemen Proyek tersebut? Berikut penjelasannya. 

            Project Stakeholder Management 

    Proses untuk mengidentifikasi individu, kelompok, atau organisasi yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh proyek, menganalisa harapan stakeholder dan pengaruhnya terhadap proyek, mengembangkan strategi manajemen untuk keterlibatan efektif stakeholder pada keputusan proyek dan eksekusi proyek. 

    Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa identify stakeholder yaitu mengidentifikasi individu, kelompok, atau organisasi yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan, aktivitas, atau  pendapatan  pada  proyek  serta menganalisa dan mendokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pengaruh potensial terhadap kesuksesan proyek; plan stakeholder management yaitu mengembangkan manajemen strategis untuk  keterlibatan  secara  efektif  dari stakeholder melalui siklus  hidup  proyek,  berdasarkan  pada  analisa  kebutuhan,  kepentingan  dan  efek potensial pada kesuksesan proyek; manage stakeholder engagement untuk mengkomunikasikan   dan   bekerja   dengan   stakeholder untuk mewujudkan  harapan  dan  kebutuhan  mereka,  isu-isu,  dan  penanganan  yang  tepat terhadap keterlibatan stakeholder pada proses aktivitas proyek dan control stakeholder engagement yaitu memonitor keseluruhan hubungan dan penyesuaian strategi dan perencanaan untuk keterlibatan stakeholder.

    Project Integration Management

  Kumpulan aktivitas dan proses yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefinisi, mengkombinasi, menyatukan dan mengkoordinir berbagai proses dan aktivitas manajemen proyek dalam suatu proses yang berkesinambungan.


  Adapun penjelasan dari gambar diatas yaitu develop project charter digunakan sebagai gambaran pertama mengenai peran dan tanggung jawab pelaku dalam proyek, menguraikan tujuan dari proyek, mengindentifikasi stakeholder utama, menentukan batasan proyek dan manager proyek, peran serta tiap stakeholder dalam proyek, dan memberikan gambaran awal mengenai estimasi biaya proyek; develop project management plan digunakan oleh manajer proyek untuk memimpin tim proyek dalam melaksanakan proyek dan menilai status proyek; direct and manage project work dengan digunakan oleh manajer proyek untuk memimpin tim proyek dalam melaksanakan proyek dan menilai status proyek; monitor and control project work yaitu melalui tindakan yang saling timbal balik saat melakukan tugas monitoring proyek dan juga akan melakukan tugas controling terhadap proyek yang sedang dijalankan; perform integrated change control dengan meninjau kembali semua permintaan perubahan yang terjadi dalam keputusan di dalam sebuah proyek seperti dalam organizational process asset dan project management plan. Selanjutnya lose project or phase merupakan penyelesaian seluruh aktivitas dalam pengembangan proyek yang telah dikerjakan agar ada serah terima antara pemimpin proyek dan stakeholder sebagai pernyaan bahwa proyek telah selesai dikerjakan dan kontrak kerja pun telah selesai

          Time Management

Tahapan mendefinisikan proses yang perlu dilakukan selama proyek berlangsung berkaitan dengan penjaminan agar proyek dapat berjalan tepat waktu dengan tetap memperhatikan keterbatasan biaya serta penjagaan kualitas produk atau servis atau hasil unik dari proyek.

Adapun penjelasan dari gambar diatas yaitu plan schedule management sebagai pembentukan kebijakan, prosedur dan dokumentasi untuk perencanaan, pengembangan, pelaksanaan dan pengendalian jadwal proyek; define activities process yaitu mengidentifikasi dan menjadwalkan kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu penyelesaian proyek secara terperinci; sequence activities process untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan antar kegiatan suatu proyek; estimate activity resourcess untuk memperkirakan jenis dan jumlah bahan, sumber daya manusia, perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan setiap aktivitas; estimate activity durations yaitu memperkirakan jumlah periode kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dengan perkiraan sumber daya; develop schedule process yaitu menganalisis urutan kegiatan proyek, jangka waktu pengerjaan, kebutuhan sumber daya, dan kendala penjadwalan; control schedule untuk mengetahui status dari jadwal proyek.

           Manajemen Komunikasi

     Proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa informasi dalam proyek dibuat dengan tepat dan cepat, baik dalam segi pengumpulan, diseminasi, penyimpanan, dan disposisi. Setiap pihak yang terlibat dalam proyek harus siap untuk mengirim dan menerima komunikasi, dan  memahami bagaimana komunikasi dilakukan yang dapat mempengaruhi proyek secara keseluruhan.

    Adapun penjelasan dari gambar diatas adalah plan communication management yaitu pengembangan pendekatan yang tepat dan rencana proyek komunikasi berdasarkan kebutuhan informasi dan persyaratan stakeholdermanage communication untuk membuat, mengumpulkan, mendistribusi, menyimpan, mengembalikan, dan penempatan dari informasi proyek berdasarkan communication management plan. Selanjutnya, control communication berupa monitoring dan pengendalian komunikasi di seluruh siklus proyek untuk memastikan kebutuhan informasi dari para stakeholder proyek terpenuhi.

    Scope Management

  Kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan telah mencakup semua requirement yang telah didefinisikan dan tidak terdapat kegiatan tambahan yang tidak berhubungan dengan requirment melalui tahapan plan scope management yaitu proses menciptakan rencana ruang lingkup proyek; collect requirements yaitu proses mendefenisikan dan mendokumentasikan kebutuhan stakeholder agar tercapai tujuan proyek; define scope adalah membuat deskripsi detail dari proyek dan produk; create WBS berupa penguraian pekejaan oleh tim proyek demi mencapai tujuan proyek dan menciptakan rincian pekerjaan yang diperlukan; validate scope yaitu final project diserahkan kepada stakeholder untuk diverifikasi dan terakhir control scope adalah pemantauan status proyek dan ruang lingkup produk dan mengelola perubahan berdasarkan ruang lingkupnya.


            Project Procurement Management

    Proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh produk, jasa, atau hasil yang dibutuhkan dari luar tim proyek yang terdiri dari proses plan procurements melalui dokumentasi dari keputusan pembelian, spesifikasi dari pencapaian, dan identifikasi supplier yang potensial; conduct procurement untuk mendapatkan respon penjual, memilih dan memberikan kontrak/kerjasama; administer procurements yaitu mengelola hubungan pengadaan, pemantauan, kinerja kontrak, dan membuat perubahan dan koreksi yang diperlukandan serta close procurement sebagai proses untuk melengkapi setiap pengadaan proyek


         Human Resource Management project

    Prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, dan menvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas sumber daya manusia, dan karakteristik unit organisasinya yang terdiri dari plan human resource management yaitu mengidentifikasi dan mendokumentasikan peran proyek, tanggung jawab, dan keterampilan yang diperlukan; acquire project team yaitu tim proyek memperoleh, melibatkan, mengkonfirmasikan ketersedian sumber daya manusia yang diperlukan untuk suatu proyek; develop project team yaitu meningkatkan kompetensi anggota tim, interaksi diantara anggota tim dan lingkungan kerja dalam meningkatkan kinerja anggota tim pada proyek. Kemudian, manage project team yaitu dengan melibatkan pelacakan kinerja anggota tim, memberikan umpan balik, menyelesaikan masalah, dan mengelola perubahan tim dalam mengoptimalkan kinerja proyek.



       Quality Management
 
   Proses dan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan/kontraktor untuk menentukan kebijakan kualitas, tujuan, serta tanggungjawab sehingga proyek dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai harapan yang terdiri dari plan quality yaitu proses identifikasi persyaratan kualitas dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah proyek, dan pendokumentasian bagaimana sebuah proyek akan mencapai kesesuaian dengan yang diharapkan; perform quality assurance adalah suatu proses audit persyaratan mutu dan hasil dari pengukuran kontrol kualitas untuk memastikan standar kualitas yang tepat dan definisi operasional yang digunakan. Selanjutnya, perform quality control yaitu proses pemantauan dan pencatatan hasil pelaksanaan proyek untuk menilai kinerja dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan. 
 

 
          Cost Management
            
   Proses yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah disepakati melalui proses plan cost management yaitu proses untuk menetapkan kebijakan, prosedur, dan dokumentasi perencanaan, pengelolaan, pengeluaran, dan pengendalian biaya proyek; estimate cost merupakan suatu perkiraan pengembangan sumber daya yang diperlukan untuk melengkapi proyek; determine budget yaitu proses menggabungkan estimasi biaya kegiatan individu atau paket pekerjaan untuk menetapkan cost baseline. Selanjutnya control cost adalah proses pengendalian biaya termasuk dalam monitoring kinerja pembiayaan, meyakinkan bahwa perubahan yang tepat yang termasuk dalam baseline biaya yang direvisi, dan memberikan informasi kepada stakeholder bahwa jika terjadi perubahan dalam proyek dapat mengakibatkan perubahan dalam segi biaya. 




Bahan:
Slide Presentasi Mata Kuliah Manajemen Proyek Rekayasa Tahun 2020